Nabung Rindu
Nabung Rindu Rindu itu ketika lama tak bersua. Sebab jarak dan waktu yang nyaris merenggut pertemuan ini. Aku hanya bisa melihat wajahnya melalui foto. Atau membuat ilusi bahwa dia ada di dekatku. Kadang berbaring dan memejamkan mata. Film pendekku dengannya menyedot waktu istirahatku. Semua itu nyatanya hanya pereda rindu. Bukan obat mujarab dari dokter spesialis. Ketika bayangannya hilang, rindu pun hadir dengan gagahnya. Dialah sosok perempuan yang berusia 60 tahun. Aku dilahirkan dari rahimnya. Pada usiaku ke 35 tahun ini. Ada perubahan fisikku. Sehingga, aku memberikan batasan untuk mobilitas di luar kota. Aku merutinkan satu bulan sekali menjenguknya. Di sisi lain, aku juga direpotkan disini akan aktivitas sebagai guru bimbel. Sebagian besar energiku terkuras pada aktivitas itu. Jika tak lihai mengatur waktu dan energi, mungkin sulit menemukan waktu luang bertandang ke rumah Ibu. Setia...