Bahagia dengan Menyibukkan Diri

         Bahagia dengan Menyibukkan Diri

Saya mendapatkan hasrat untuk membeli buku IKIGAI. Karena melihat konten dari Mayudi Ayunda. Dari sekelebat, isi buku itu menarik. Pun hal pertama yang saya lakukan adalah searching di google. Kemudian meluncurlah ke tokopedia. Adalah alternatif yang efisien untuk keberadaan saya yang jauh dari Gramedia. Rumah yang diapit oleh pegunungan. Watulimo. Mau ke Trenggalek kota jauh, ke Tulungagung juga jauh. Beruntunglah teknologi berkembang begitu cepat, saat saya sudah menetap disini.

Buku ini merupakan hasil riset dari penulis pada penduduk Jepang. Karena penghasil penduduk tertinggi akan angka harapan hidup. Yaitu di Okinawa. Penulis memaparkan konsep bahagia. Di mana, bahagia adalah kunci penting untuk setiap orang dapat hidup lebih lama. Walaupun dalam konsep agama, umur sudah ditetapkan. Namun, berusaha untuk mencegah sakit yang menjadi pemicu orang meninggal. Adalah bentuk ikhtiar sebagai manusia. Salah satunya adalah bagaimana kita hidup bahagia.

Konsep IKIGAI adalah berbahagia dalam keadaan tetap sibuk. Penulis mengatakan bahwa hanya tetap aktif saja yang membuat kita ingin hidup 100 tahun lebih lama. Salah satu hal yang yang perlu kita cermati adalah kesibukan. Sibuk yang bagaimana? Sehingga hidup ini produktif. Seolah, tak ada ruang untuk mengeluh, takut dengan masa depan, trauma dengan masa lalu. Namun fokus pada kesibukan masa kini yang sedang dikerjakan. Itulah yang perlu kita gali pada diri kita. Setiap orang pasti memiliki hobi, passion, maupun pekerjaan yang mungkin berbeda. 

Aktivitas yang kita pilih dan menyenangkan akan membawa hidup menjadi lebih flow. Karena, kita lebih fokus terhadap tugas konkret. Tanpa terdistraksi oleh gangguan, dan pikiran menjadi lebih tertata. Lantas aktivitas apa yang membawamu flow? Jawaban ada pada diri Anda sendiri. 

Pada buku ini diterangkan untuk memilih aktivitas yang membuat flow ada beberapa kriteria. Pertama adalah memilih aktivitas yang selaras dengan kemampuan, tetapi agak sulit. Karena sesuatu yang mudah dan dilakukan secara berulang-ulang, pasti menimbulkan rasa bosan. Jika sudah bosan, kita tak bersemangat lagi untuk mengerjakannya. Alhasil adalah kita mandek. Itu bukan konsep IKIGAI.

Yang kedua adalah memiliki sasaran yang jelas dan konkret. Hal ini memungkinkan kita untuk fokus pada suatu kegiatan yang dilakukan. Jika tujuannya saja tidak jelas, ibarat mengarungi samudera dengan peta. Tetapi, tidak memiliki kota tujuan. Atau bisa dikatakan, pekerjaan itu tidak akan selesai-selesai. Standar selesainya saja belum jelas. Mungkin, hal yang bisa dilakukan sebelum memulainya adalah memperjelas sasaran atau tujuan kegiatan yang kita lakukan.

Ketiga adalah konsentrasi pada satu tugas. Pernahkah kita saat melakukan suatu aktivitas, kemudian secara tidak sadar kita melakukan aktivitas yang lain. Seperti membaca buku, tiba-tiba ponsel berbunyi. Pikiran kita mengarah pada notifikasi ponsel. Akhirnya, kita terbuai pada ponsel itu daripada melanjutkan membaca. Padahal tujuan awal adalah membaca buku. Tanpa disadari, ponsel merebut perhatian kita dan menyajikan platform yang lain. Awalnya membuka pesan whatsaapp, menjalar ke IG bahkan berselancar ke media sosial lainnya.

Ketiga hal tersebut merupakan tips yang disajikan pada buku IKIGAI agar bisa flow. Penting sekali untuk flow. Agar pikiran kita tetap terjaga untuk saat ini dan kini. Tidak terisi oleh muatan negatif. Atau kerisauan masa depan. Yang menyebabkan hidup kita tidak bahagia. Karena kebahagiaan terletak pada proses, bukan hasil. Tentu, bisa menikmati suatu proses diperlukan flow. Dan waktu yang kita habiskan untuk suatu aktivitas akan lenyap, saat kita menenggelamkan diri dalam aktivitas yang kita nikmati.

Berdasarkan apa yang saya uraikan, ternyata untuk bahagia tidak harus bersyarat. Melainkan, bagaimana kita menyibukkan diri pada aktivitas yang membuat kita flow. Buku IKIGAI ini memberikan cara bahagia bukan dari kanal pencapaian diri atau harus mengeluarkan materi untuk memiliki sesuatu. Atau liburan ke tempat eksotis. Cukup menyibukkan diri pada aktivitas yang kita nikmati. Itu sudah memberikan kontribusi pada hidup Anda. Bahwa setiap bangun pagi, ada tugas penting yang dijalani. Hidup Anda itu begitu berarti. Tidak receh. 

Dalam buku IKIGAI ini juga dijelaskan bahwa aktivitas yang membuat kita flow saja tidak cukup. Perlu diimbangi spiritualitas diri, makan cukup, olahraga, hiburan, dan berkumpul dengan banyak orang. Karena itu saling berkaitan. Sehingga, kita senantiasa optimis pada apa yang kita kerjakan. Karena kita yakin akan kekuasaan Tuhan. Kita lebih menikmati hidup. Dengan meluangkan waktu sejenak untuk menikmati hiburan atau berkumpul dengan banyak orang.

Selain itu, di dalam buku IKIGAI juga memberikan saran bagi kesehatan fisik. Misalnya, setiap duduk 30 menit dianjurkan untuk berdiri 5 menit. Fungsinya adalah mengembalikan proses penuaan menjadi lambat. Ada lagi. tentang diet ala orang Okinawa. Yaitu perbanyak konsumsi sayur, konsumsi makanan atau minuman yang mengandung rempah-rempah, mengurangi gula, konsumsi ikan, konsumsi makanan yang mengandung antioksidan. Selanjutnya, kita dianjurkan untuk melaksanakan puasa 2 sampai 3 hari setiap minggu. Fisik yang sehat adalah kunci utama untuk kita melakukan berbagai aktivitas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu

Rindu