Hikmah Workshop Digital: Banyak Membaca
Hikmah Workshop Digital: Banyak Membaca
Oleh: Siti Rodi’ah
Tanggal 31 Maret, Mitra Smart Course (MSC) mengadakan agenda workshop digital. Mitra Smart adalah lembaga pelatihan dan kursus. Tentu pesertanya adalah guru yang tergabung pada Mitra Smart. Termasuk saya sebagai salah satu guru Smart. Agenda tersebut dilaksanakan di gedung sebaguna , desa Tasikmadu. Tujuan dari agenda tersebut adalah menambah skill bagi guru dalam penggunaan teknologi digital. Dimana, adanya teknologi tersebut dapat membantu para guru dalam proses pembelajaran. Walaupun, bukan guru di Lembaga Formal. Tetapi, guru les pun juga merupakan pendidik non formal yang memberikan bantuan bimbingan belajar kepada para peserta didik. Sehingga, acara workshop digital bersifat wajib bagi guru Mitra Smart.
Saya berusaha datang tepat waktu. Pun, waktu yang ditetapkan adalah pukul 14.00. ternyata di halaman gedung serbaguna, sudah ada guru Mitra yang memarkirkan sepeda motornya. Saya memberikan menyapa sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman. Saya langsung masuk ke ruangan. Tempat pengambilan tabungan adalah tujuan utama saya. Walaupun sedikit, tetapi sangat terasa dikala pengeluaran tak terkendali. Ya, menjelang lebaran ada berbagai keperluan yang harus terpenuhi. Selanjutnya, saya berkumpul dengan kawan-kawan Mitra. Momen seperti ini jarang sekali terjadi. Pasalnya, saat hari efektif, guru Mitra sudah direpotkan dengan rutinitas mengajarnya.
Acara dimulai pukul 14.30, pun semua guru Mitra diarahkan untuk duduk di tempat yang tersedia. Pemateri pada workshop kali ini adalah Mas Iqbal dan Mas Fariq. Beliau sudah ahli di bidang teknologi pembelajaran. Saya mencermati modul kecil yang telah dibagikan sebelumnya. Workshop kali ini memaparkan tentang aplikasi AI seperti, ChatGPT, Perplexity, Gemini dan Photomath. Keberadaan teknologi tersebut sangat bermanfaat bagi guru les saat berjumpa dengan materi yang sulit. Saya sedikit tahu tentang ChatGPT dan penggunaannya. Memang, itu sangat membantu saya dikala lupa akan materi matematika. Dalam waktu singkat, muncul jawaban beserta cara pengerjaannya. Ya, sekali lagi ini sangat membantu bagi guru dalam proses pembelajaran maupun belajar.Ada beberapa hal yang bisa saya ambil dari paparan kedua pemateri.
Pertama, aplikasi AI dapat membantu guru dalam memberikan penjelasan terhadap soal maupun materi yang sulit dipahami. Terlebih, saya sebagai guru les pada jenjang SMP. Tentu, aplikasi ini sangat membantu. Dengan latar belakang disiplin ilmu pengetahuan pendidikan matematika. Tentu, akan sulit untuk memberikan bimbingan belajar di luar ilmu pengetahuan yang kurang saya pahami. Pun ini juga berlaku pada guru Mitra lainnya. Karena, sistem pemberian bimbingan tidak berdasarkan disiplin keilmuan guru. Melainkan, sistem pengajaran paketan. Hal ini dirasa sulit bagi saya mengajar di luar bidang keahlian saya.
Kedua, aplikasi AI memberikan solusi yang cepat dan akurat yang disesuaikan dengan konteks pertanyaannya. Pun ini juga sangat membantu bagi guru les. Dikala dihadang pada tugas PR yang menumpuk. Karena siswa cenderung menginginkan guru lesnya dapat membantu tugas sekolah saat les berlangsung. Sedangkan durasi les hanya sekitar 1,5 jam. Jika tugasnya hanya satu mungkin bisa terselesaikan. Tetapi, jika tugasnya ada dua mapel. Dan materinya diluar kemampuan guru, tentu ini membutuhkan waktu yang cukup lama dalam menyelesaikannya. Sehingga, dengan adanya AI bisa membantu guru Mitra dalam proses pemberian bimbingan kepada siswa.
Ketiga, AI dapat mempermudah guru maupun siswa dalam mengakses informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan. Pun ini menjadi penolong bagi manusia akan keterbatasan ingatan. Berbagai informasi yang diinginkan tersedia dalam data berbasis digital.
Keempat, AI tidak memiliki kapasitas multimedia, seperti video atau animasi. Padahal, tugas siswa di sekolah tidak hanya berkutat pada teks saja. Melainkan juga fenomena yang terjadi di sekitar. Yang dicari solusinya. Tentu, AI tidak bisa membantu siswa dalam membantu mencari solusi dari tugas yang diberikan oleh guru di Sekolah. Karena input maupun output dari AI hanya sebatas pada teks.
Kelima, kesalahan atau ketidakakuratan masih dapat terjadi pada output yang ditampilkan. Mas Fariq mempunyai pengalaman saat mengajar. Beliau mencoba menanyakan ke AI tentang siapa Bapak pembangunan Indonesia. Sedangkan yang muncul adalah Bapak Soekarno. Padahal, jawabannya bukan itu. Melainkan Bapak Soeharto. Walaupun pada AI sudah ditampilkan penjabarannya.
Keenam, ketergantunan yang berlebih akan penggunaan AI, menjadikan pengguna menurunkan berpikir kritis dan kreatif. Ini sangat disayangkan bagi guru dan siswa khususnya. Bagaimanpun juga, manusia yang diberikan berbagai potensi perlu dimaksimalkan. Walaupun kekuarangan manusia jatuh pada kapasitas daya ingat. Tetapi, bergantung pada aplikasi AI begitu mengkerdilkan anugerah atas kemampuan yang telah Allah berikan kepada manusia.
Berdasarkan beberapa yang saya dapatkan dari Workshop digital, ada hikmah yang dapat saya peroleh. Salah satunya adalah banyak membaca. Karena disamping keunggulan dari aplikasi AI masih banyak kekurangannya. Khususnya keakuratan data yang ditampilkan. Kita sebagai pengguna tidak boleh untuk langsung percaya begitu saja. Kita harus membaca dan menganalisis. Apakah data yang ditampilkan benar apa tidak. Tentu, itu perlu diimbangi dengan kegiatan banyak membaca. Jika kita tidak memiliki banyak modal pengetahuan, bagaimana kita mampu menganalisis kebenaran data tersebut. Salah satunya dengan banyak membaca.
Sedangkan ditinjau dari cara kerjanya pun, AI hanya berkutat pada teks saja. Sedangkan gambar, tabel, maupun video tidak mampu menerjemahkan. Secara tidak langsung, pengguna tetap senantiasa pada fitrahnya. Yaitu sebagai manusia pembelajar. Melalui kegiatan membaca. Ya, dari penyampaian materi workshop ini, menyimpulkan bahwa seberapa canggihnya teknologi, tentu ada sisi kekuarangannya. Dan sisi kekuarangan teknologi hanya mampu dikuasai oleh manusia. Namun, manusia yang pasif akan menjadi sisi gelap dari kecanggihan teknologi. Melalui budaya banyak membacalah yang dapat menjadi peluang akan kekuarangan dari teknologi.
Komentar
Posting Komentar