Pesan Ning Khilma Anis (3): "Seseorang yang Iqro'nya Banyak, Bekalnya Banyak".

    Pesan Ning Khilma Anis (3) : “Seseorang           yang Iqro’nya Banyak,  Bekalnya Banyak”

Saya berusaha mencatat setiap materi maupun wejangan dari pemateri di talkshow. Karena itu adalah penting, sebagai oleh-oleh yang bisa dibawa pulang. Selain itu, agar tidak lupa seiring banyaknya informasi yang masuk di dalam otak. Informasi yang masuk di dalam otak ada dua produk. Dimana produk pertama adalah memori jangka panjang, sedangkan yang kedua adalah memori jangka pendek. Tentu, keinginan besar bahwa materi dan wejangan para pemateri dapat menghasilkan memori jangka panjang. Tetapi, itu sulit saya lakukan dan perttahankan. Pasalnya, pun saya harus mengingat kembali bagaikan seseorang yang sedang muroja’ah. Sehingga, catatan adalah media yang tepat untuk mengawetkan paparan materi dan wejangan dari para pemateri talkshow.

Pesan Ning Khilma masih membekas dalam lembaran buku catatan kecilku. Beliau mengatakan bhawa seseorang yang iqro’nya banyak, bekalnya banyak. Artinya melalui aktivitas banyak membaca akan berimplikasi terhadap banyaknya pengetahuan dan informasi yang diperoleh. Pengetahuan dan informasi ini berguna sebagai bahan untuk menulis. Konteks dari pesan Ning Khilma mengarah pada ranah literasi, yaitu membaca dan menulis. Membaca memiliki peran yang signifikan terhadap pengetahuan seseorang. Sedangkan menulis merupakan aktivitas pengungkapan gagasan yang berasal dari perbendaharaan pengetahuan maupun informasi yang tersimpan pada memori seseorang. Sehingga, pesan Ning Khilma perlu diaplikasikan oleh para penulis. Agar tidak kekurangan ide untuk menulis.

Berkaitan dengan ide menulis, seringkali menjadi hambatan seseorang untuk menulis. Pasalnya, dari satu judul tulisan ke tulisan berikutnya, tidak mudah untuk memunculkan ide baru. Perlu informasi dan pengetahuan baru agar memuculkan tulisan baru. Padahal, menjadi seorang penulis, tidak terhenti pada satu tulisan atau satu karya saja. Melainkan, tulisan berikutnya dan berikutnya. Hal ini membutuhkan bekal yang banyak. Yaitu pengetahuan dan informasi yang dibangun melalui aktivitas membaca. Maka tak heran pesan Ning Khilma bahwa seseorang yang banyak bacaannya, bekal menulisnya juga banyak. Sehingga, penulis akan produktif dalam menghasilkan karya. Karena dia tidak kehabisan ide untuk menulis. 

Saya sendiri pernah mengalami akan kehabisan ide menulis. Saya bingung menulis apa. Andaikan memiliki ide, tetapi saya juga dilanda kesulitan dalam menyelesaikannya. Ada berbagai kosakata yang harus saya tuangkan pada tulisan tersebut. Tetapi, saya tidak tahu kosakata apa yang pas untuk melengkapi kalimat tersebut. Selain itu, ada beberapa paragraf yang membutuhkan kajian teori atau informasi tertentu. Hal ini yang menjadi faktor bagi saya untuk berhenti menulis. Karena mengalami kesulitan dalam menyelesaikannya. Terkadang, hanya muncul judul dan satu paragraph saja. Pada akhirnya, tulisan tersebut hanya sebatas file yang menumpuk di folder. Andaikan mencoba menulis lagi dengan judul yang berbeda, nasibnya juga sama seperti tulisan sebelumnya. Sehingga, menjadi himpunan tulisan yang tak tuntas. 

Selain dari ranah ide, isi tulisan juga memiliki relevansi dengan aktivitas membaca seseorang. Karena isi tulisan menggambarkan pengetahuan yang dimilki oleh seseorang. Ada tulisan yang selesai, tetapi dangkal akan nilai pengetahuannya. Mungkin hasil tulisannya terkesan datar. Tidak ada kajian kritis bagi penulis terhadap tema yang ditulisnya. Bagi pembaca akan merasakan keringnya tulisan. Tetapi, berbeda dengan tulisan yang syarat akan kajian pengetahuan yang dimiliki oleh penulis. Tentu, cita rasa membaca akan jauh berbeda. Pembaca menikmati kajian kritis akan tema yang tulisnya. Semakin luas pengetahuan seseorang, semakin luas pula penulis menjabarkan tulisan teresebut. Pembaca akan menikmati hubungan antar teori yang dikaji secara kritis berdasarkan pengalaman dan tema yang digunakan.

Muhammad Surya menjelaskan bahwa pengetahuan akan terus berkembang dan berubah selama proses penulisan. Karena terjadi interaksi yang dinamis antara lingkungan penulis dengan memori jangka panjang. Hal ini yang menjadikan seorang penulis lebih produktif dalam menghasilkan karya. Tentu, sarana mengisi memori jangka panjang adalah pengetahuan. Sedangkan pengetahuan dapat dibangun melalui aktivitas membaca. Pengetahuan yang luas memiliki relevansi terhadap banyaknya yang dibaca oleh seseorang. Semakin banyak buku atau berbagai sumber pengetahuan yang dibaca, semakin kaya ide yang dituliskan. Sehingga pengetahuannya semakin berkembang yang dapat menghasilkan banyak karya.

Tetapi, pada konteks memori jangka panjang, kapasitas kemampuan seseorang menghafal itu terbatas. Dibutuhkan sarana untuk mengingat kembali informasi yang telah dihafalnya. Membuat catatan kecil dari hasil yang dibaca, tentu memberikan kontribusi bagi pembaca untuk mengingat kembali. Catatan kecil ini dapat digunakan kembali oleh pembaca untuk bahan kepenulisan. Selain sebagai sarana pengingat, pembuatan catatan kecil dapat dijadikan sarana keterampilan menulis seseorang. Apa yang dituliskan dalam bentuk catatan kecil, merupakan intisari dari yang dibacanya. Hal ini memungkinkan seseorang terampil menulis berdasarkan informasi yang didapat.

Berdasarkan pemaparan di atas, proses kepenulisan membutuhkan bekal yang banyak. Yaitu iqro’ sesuai pesan yang yang disampaikan oleh Ning Khilma. Agar pengetahuannya semakin bertambah yang berimplikasi terhadap produktifitas penulis. Ini juga tidak mudah dilakukan oleh setiap penulis. Terlebih, jika diterpa berbagai aktivitas yang padat merayap. Selain itu, motivasi diri membaca seringkali goyah. Karena membaca tulisan itu bukan perkara yang mudah juga. Kita harus memperhatikan setiap kata yang tertulis, dan meresapinya. Agar dapat tersimpan di memori jangka panjang. Hal ini membutuhkan motivasi diri yang tinggi. Untuk itu, pembiasaan membaca setiap hari perlu dilakukan. Jika sudah terbiasa, walaupun hanya 10 menit, itu akan lebih baik. Karena aktivitas yang sudah menjadi kebiasaan akan terjaga walaupun diterpa oleh pasang surutnya motivasi diri. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahagia dengan Menyibukkan Diri

Rindu

Rindu