KOPDAR dan Ilmu Baru

               KOPDAR dan Ilmu Baru
                      Oleh Siti Rodiah

Alasan utama saya mengikuti KOPDAR SPK di UNESA adalah mencari pengalaman baru. Dimana pengalaman baru itulah yang akan menambah wawasan keilmuan saya. Khususnya bidang literasi. Saya yang masih awam diantara kawan-kawan lainnya, tentu ilmu baru sangatlah berarti. Pasalnya, modal saya cuma sedikit untuk menjelajahi dunia literasi. Mulai dari skill menulis yang masih jauh dari kata bagus, serta minat membaca yang sering kali kendor. Ini perlu diasah dengan asupan ilmu literasi dari para ahli atau seseorang yang sudah berpengalaman di bidang literasi. Tentu, pemateri talkshow di acara KOPDAR ini tidak diragukan lagi akan skill serta pengalaman menulis. Hal ini memberikan kontribusi terhadap para peserta talkshow akan wawasan baru tentang dunia literasi.

Awalnya saya menganggap literasi hanya sekedar bermuara pada produk. Sebut saja produk tersebut adalah buku ataupun artikel. Ya, produk literasi memanglah karya tertulis dari seorang penulis. Sehingga, saya hanya terpaku bagaimana membuat tulisan sesuai genre yang diinginkan. Misalnya membuat artikel ilmiah, tentu saya harus melakukan riset serta pengkajian template sesuai juranl yang akan disitasi. Kalaupun membuat buku, maka saya harus merancang sub materi yang akan dituliskan. Kendati demikian, rupanya saya tak menyadari akan proses yang harus dilalui seperti apa. Bagi saya saat itu adalah yang penting menulis. Tetapi, petuah-petuah dari pemateri ini memberikan angin segar bagi pengetahuan saya tentang literasi. Tentu, petuah-petuah tersebut saya sambut dengan terbuka.

 Saya hanya mengenal produk literasi berupa buku referensi, cerpen, artikel ilmiah, esai, dan banyak lagi. Tetapi, di acara talkshow ini ada genre baru bagi saya yang masih awam ini, yaitu travel writing. Bapak Emcho menjelaskan bahwa travel writing salah satu trend bagi para penulis yang memiliki hobi melakukan perjalanan. Namun, produk dari travel writing ini juga sangat menjajikan akan penikmatnya. Sebut saja konsumen yang telah membeli buku maupun pembaca di blog penulis. Travel writing menyuguhkan pengalamannya selama melakukan pelancongan ke suatu tempat. Bagi pembaca yang penasaran akan daerah tersebut, tentu tak segan untuk membeli bukunya ataupun menikmati tulisan di blog. Nuansa alam atau daerah memanglah menyedot perhatian para traveler. Ini menjadi alternative bagi penulis yang ingin mengembangkan keterampilan menulis. 

Bapak Emcho juga menjelaskan bahwa travel writing cukup menjajikan. Beliau pun menambahkan bahwa tak heran seorang travel writing harus rela mengeluarkan banyak uang untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Dari perjalanannya pun dapat dibuat buku tentang destinasi yang dikunjunginya. Ya, untuk membuat tulisan yang bisa dinikmati oleh pembaca serta menyedot perhatian, tentu seorang travel writing seyogianya haruslah mengalami sendiri berkunjung ke suatu tempat. Agar tulisan tersebut tidak kering atau hanya sekerdar tulisan imajinatif belaka. Walaupun penulis dapat mencari sumber informasi di media sosial. Tetapi, tulisan yang berasal dari pengalaman nyata bagi seorang travel writing akan jauh berbeda dari yang tidak melakukan pejalanan secara nyata. Hal ini berimbas pada alur tulisan hingga gaya tulisan itu sendiri. Dimana elemen tersebut merupakan bumbu penyedapnya dari suatu tulisan. 

Pun ilmu baru tersebut menambah wawasan saya akan dunia literasi. Ternyata, perjalanan pun juga bisa dijadikan tulisan yang bisa dibukukan. Mungkin, dengan gaya tulisan dan alur tulisan yang bagus akan menyedot perhatian para pembaca. Ya, ini dapat menjadi referensi bagi saya untuk kedepannya. Traveling sambil menulis itu aktivitas yang keren menurut saya. Selain menikmati destinasi yang dikunjungi, kita bisa menulis pengalaman selama melakukan perjalanan. Tentunya, itu menarik untuk dicoba. Tetapi juga tidak mudah untuk dilakukan oleh penulis. Konsentrasi ini harus terpecah menjadi dua. Selain menikmati perjalanan, penulis harus mendokumentasikan berupa gambar maupun catatan kecil. Saya yakin, ingatan manusia itu terbatas. Melalui dua alat tersebut, penulis akan mengingat lagi kenangan perjalanannnya saat memulai membuat tulisan. 

Selain itu, saya juga mendapat ilmu baru dari Ning Khilma. Bahwa menulis harus dibuat dengan sebaik-baiknya. Yaitu, dengan memperhatikan fakta berupa pencarian sumber data. Karena fakta dan imajinasi harus selaras. Beliau membagikan pengalaman saat menulis novel “Hati Suhita”. Untuk menentukan karakter satu tokoh, beliau harus membaca referensi hingga 4 sampai 5 jam lamanya. Bagi beliau data itu sangat penting. Andaikan penentuan tokoh didasari pada kemahiran imajinatif penulis, mungkin hasilnya tidak bagus. Cerita yang disajikan tampak rumpang. Hal ini akan membuat para pembaca tidak tertarik untuk membacanya.     

Saya mengira bahwa tulisan yang memperhatikan data adalah jenis tulisan yang bergenre akademik. Ternyata, novel pun juga demikian. Ya, data sangat penting untuk dijadikan rujukan bagi para penulis. Tidak memandang genre tulisan yang dibuat. Ini menjadi modal literasi bagi saya. Untuk selanjutnya, saya harus memperbaiki proses kepenulisan. Yaitu dengan memperhatikan data. Apapun tulisan yang akan dibuat, pencarian data harus dilakukan. Agar tulisan yang dihasilkan tidak bersifat imajinatif belaka. Jika imajinatif tersebut salah, akan merugikan bagi penulis maupun pembaca sendiri. Tentu, ini juga patut untuk diperhatikan saat memulai menulis maupun dalam proses menulis. 

KOPDAR kali ini kaya akan ilmu baru. Baik dari produk literasi maupun proses menulis. Ini menjadi  pijakan bagi saya akan perbaikan diri. Yaitu perbaikan dalam menekuni dunia literasi ini. Khusunya proses menulis yang didasari dengan data. Selain itu, produk literasi berupa karya bergenre traveling, mungkin menarik untuk dicoba. Sebelum mencoba genre tulisan lain, perlu diasah dulu skill menulis. Menurut saya ini penting. Melalui skill menulis yang mumpuni, kita dapat membuat genre tulisan lain yang menarik. Selain itu, pembaca paham apa yang kita tulis. Dan yang paling penting adalah bagaimana pembaca dapat menikmati akan alur tulisan yang telah disajikan. Kalau pembaca sudah menikmatinya, tentu memberikan kesan yang mendalam baginya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahagia dengan Menyibukkan Diri

Rindu

Rindu